
Membuka Jendela Dunia
Buku Adalah Jendela Dunia, Dapatkan Ilmu Pengetahuan Yang Tiada Batas – Seberapa sering kita mendengar adagium ini? Setidaknya semenjak masuk sekolah, kita mendengar pepatah lama tersebut sekali atau tidak terhitung lagi. Saking familiarnya, mungkin kita mengingatnya pepatah tersebut di luar kepala.
Kata Kang Maman
Sudah diluncurkan Buku Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kemiskinan. Dalam buku ini, yang dibahas tidak hanya tentang hubungan linearitas antara pendidikan, kemiskinan dan beasiswa, tetapi lebih dari itu. Buku ini membahas tentang strategi cerdas sekaligus best practice dalam mendapatkan beasiswa impian.
EMOSI ANAK, CERMIN CINTA ORANG TUA
Buku “Emosi Anak, Cermin Cinta Orang Tua” lahir dari refleksi perjalanan dan pengalaman sehari-hari, menyaksikan ada tawa dan tangis anak-anak, dari kelelahan dan kebahagiaan orang tua, dari momen-momen sederhana yang ternyata menyimpan pelajaran tentang cinta yang sesungguhnya. Saya percaya bahwa memahami emosi anak bukan hanya tentang mendidik, tetapi tentang menemukan kembali makna menjadi manusia; belajar hadir, mendengarkan, dan mencintai tanpa syarat.
DIGITAL PARENTING BERBASIS NILAI KELUARGA
Buku ini ditulis dengan keyakinan sederhana: anak tidak membutuhkan teknologi yang canggih, tetapi orang tua yang hadir dan peduli. Pengasuhan di era digital bukan soal melarang atau membebaskan sepenuhnya, melainkan tentang menanamkan nilai keluarga, membangun kedekatan, dan membimbing anak dengan penuh kesadaran.
MATIKAN LAYAR HIDUPKAN IMAJINASI
Di tengah dunia yang bergerak cepat, layar telah menjadi teman setia bagi banyak anak. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, jari-jemari kecil mereka begitu akrab dengan gawai. Namun, tanpa kita sadari, waktu bermain yang seharusnya penuh tawa, gerak, dan imajinasi perlahan menghilang tergantikan oleh cahaya biru yang membatasi dunia mereka hanya pada satu genggaman.
MENDIDIK HATI SI KECIL
Buku Mendidik Hati Si Kecil hadir sebagai teman bagi orang tua dalam mendampingi anak usia dini, khususnya dalam mengembangkan kecerdasan emosi dan empati. Buku ini tidak ditulis untuk menghakimi atau menyalahkan cara pengasuhan yang sudah ada, melainkan untuk mengajak orang tua melihat kembali pentingnya mendidik hati anak sejak dini.
SIAP SEKOLAH TANPA STRES
Periode transisi dari pendidikan anak usia dini menuju jenjang sekolah dasar merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Pada fase ini, anak menghadapi berbagai perubahan baik dari segi rutinitas, lingkungan belajar, maupun tuntutan sosial dan emosional. Namun, tidak sedikit orang tua yang menafsirkan kesiapan sekolah secara sempit, hanya sebatas kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

MERETAS BATAS IMPIAN DENGAN BEASISWA
Pendidikan adalah hak dasar warga negara. Melalui pendidikan, masing-masing individu diharapkan mampu mewujudkan potensi terbaiknya. Di sisi lain, pemerintah Indonesia memiliki tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bertekad untuk terus meningkatkan dan memeratakan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Statistik pendidikan menunjukkan bahwa kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah dan tinggi semakin mengecil. Penurunan kesenjangan tersebut didorong oleh daya tampung layanan pendidikan yang semakin meningkat dan penyediaan berbagai beasiswa baik oleh pemerintah maupun swasta. Capaian tersebut perlu terus ditingkatkan sehingga seluruh anak Indonesia, dari semua latarbelakang sosial ekonomi, mendapatkan hak yang sama dalam mengakses layanan pendidikan.

SUKSES DENGAN BEASISWA
Hadirnya berbagai program beasiswa yang didanai oleh pemerintah merupakan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan akses pendidikan yang setinggi-tingginya. Beasiswa menjadi jembatan yang menghubungkan keterbatasan masyarakat dalam biaya dengan akses pendidikan tinggi yang dicita-citakan. Bagi masyarakat miskin, beasiswa adalah berkah yang tak ternilai harganya lantaran program bantuan pendidikan ini menjadi batu pijakan untuk melompat ke taraf hidup yang lebih baik.
Beasiswa telah mengantarkan para awardee sukses dalam menggapai cita-cita. Beasiswa bagi mereka adalah pintu keluar yang akan membuat mereka terbebas dari belenggu kemiskinan yang telah mengungkung dirinya secara turun temurun. Mereka adalah mahasiswa miskin berprestasi yang memanfaatkan beasiswa sebagai peluang emas untuk memutus siklus kemiskinan. Efek beasiswa ini tidak hanya menyentuh kehidupan individual awardee, tetapi juga berefek pada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

KURSUS DAN PELATIHAN TITIAN MENUJU SUKSES
ROBOT-robot sudah tercipta. Mereka melakukan pekerjaan secara otomatis. Sebagiannya bahkan menggantikan peran manusia. Tetapi bukan berarti manusia akan kehilangan tempatnya di muka bumi. Kemajuan teknologi memang melenyapkan banyak jenis pe- kerjaan. Namun sebaliknya juga menghadirkan banyak jenis pe- kerjaan baru sebagaimana hasil survey yang dirilis oleh Mc Kinsey and Company yang menyebutkan bahwa sebanyak 23 juta peker- jaan diperkirakan akan hilang pada tahun 2030, digantikan oleh teknologi otomasi. Sementara, akan ada 27 juta hingga 46 juta pekerjaan baru yang tercipta pada periode tersebut. Termasuk 10 juta pekerjaan yang sebelumnya belum pernah ada.
Kursus dan pelatihan di era digital menjadi penting saat ini, sebab kecepatannya melampaui kecepatan kurikulum formal di sekolah-sekolah kita. Harus diakui, perkembangan teknologi di luar sana begitu cepat. Dengan kursus dan pelatihan, maka se- seorang akan mampu menguasai satu keterampilan hanya dalam hitungan bulan bahkan minggu.

Beasiswa Pintu Gerbang Indonesia Emas 2045
Sungguh suatu kehormatan bagi saya mempersembahkan buku ini, Beasiswa Pintu Gerbang Indonesia Emas 2045. Di dalamnya, kita akan menjelajahi peran vital beasiswa sebagai kunci pembentukan generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju masa depan cemerlang pada 2045. Buku ini memaparkan peranan strategis beasiswa sebagai katalisator pembentukan generasi unggul yang akan menjadi tulang punggung masa depan Indonesia.

Sustainable Development Policy and Administration Partnerships
The United Nations (UN) Conference on Human Environment held in 1972 represents the turning point in the environmental thinking of the global community. This conference, which subsequently led to the estab- lishment of the United Nations Environment Programme (UNEP), for the first time recognized the importance of environmental management and the use of environmental assessment as a management tool. Even if the link between environmental and developmental issues did not emerge strongly in the conference outcomes, there were clear indications that the form of economic development would have to be altered. Around the same period, a group of eminent scientists and concerned citizens gathered in Rome to look at the global environmental crisis that was expanding at an alarming rate. This group, later to be known as the Club of Rome, produced a comprehensive report on the state of the natural environment. This report emphasized that the industrial society was going to exceed most of the ecological limits within a matter of decades, if it continued to promote the kind of economic growth witnessed in the 1960s and 1970s.

Policy, Finance & Management for Public-Private Partnerships
When the editors of this book commenced their research on Private Finance Initiative (PFI) Projects in the late 1990s, Public-Private Partnership was in its infancy. In the United Kingdom the Private Finance Initiative had been launched in 1992. However, there had been considerable reluctance within the private sector to engage in partnerships, which had only been overcome by the late 1990s. This reluctance to engage in Public-Private Partnerships, in the UK as elsewhere, was rooted in a number of aspects. Firstly, PPP was new and as such risky. Secondly, PPP was complex in virtually every respect ranging from the bidding and negotiation process to financing and financial close. Thirdly, at least in some regions of the world, PPP was associated with anti-statist and neo-liberal ideologies, which saw PPP not as a complementary means for meeting infrastructure and service needs but rather as an instrument for diminishing the role of the public sector.

Time, Policy, Management
This book argues that time is a vital, pervasive, but frequently neglected, dimension in contemporary public policymaking and management. It traces the character of that neglect and goes on to review the theoretical and conceptual means for redressing it. It argues that the temporal dimen- sion is crucial for many policy problems and management challenges, and supports that argument with empirical evidence from many countries. It wrestles with diverse literatures, some of which may be relatively unfamil- iar to most students in the field. It connects with important debates about policy agenda setting, governmental decision making and organizational adaptation, learning and change. It is intended to be an exploratory voyage across a broad ocean of great strategic importance to our subject. Let me explain something of how this expedition got started.

International Public Policy
and Management
The book maps our globalizing world from the viewpoint of the policy maker, the policy implementer, and the public manager. Sociologists will focus on the meaning of a globalizing knowledge society and its impact on citizens’ daily lives, norms, and values. The cultural bank of knowledge on state bureaucracies presented here may lead to the exploration and imple- mentation of better strategic management policies. Economists may find that the powerful market forces described in this book determine the path by which a nation finds its place and status in the world economy. In addition, political scientists and public administration experts may find support in this book for the notion that political and administrative power is one of the most influential factors that promote or prevent reforms and organizational change in modern societies.

THE PRINCIPLES OF CONSTITUTIONALISM
The requirements of constitutionalism do not stop at the point at which the state comes into existence. Rather than being framed by what is necessary for the state to exist, the principles of constitutionalism are, instead, framed by what is necessary for the state to succeed, to achieve its defining goal of the well-being of its members. Viewed in this light, the demands of the first four principles become broader and more demanding. They also connect with the final two principles of constitutionalism—democracy and subsidiarity. Whilst a state can exist without democratic structures, it is the operation of democracy that provides, in part, the justification for the existence of the state and the operation of law.

Handbook of Public Policy Analysis
The book’s ten sections and forty chapters provide a broad, comprehensive perspective on the field of public policy analysis. The book covers the historical development of policy analysis, its role in the policy process, the empirical methods that have defined the endeavor, the theory that has been generated by these methods, and the normative and ethical issues that surround its practice. The chapters discuss the theoretical debates that have defined the field in more recent years, including the work of postpositivist, interpretivist, and social constructionist scholars. In this respect, the guiding theme throughout the book is the interplay between empirical and normative analysis, a crucial issue running through the contemporary debates of the field.

Handbook of Global Social Policy
This handbook on global social policy is one in a set of six global policy hand- books. The other five deal with economic, technology, political, international, and legal policy.
Public policy studies in the past have tended to emphasize domestic policy rather than cross-national policy. This has been especially true of American pol- icy studies, which tend to be especially nation-bound. This is also true, to some extent, of policy studies in France, Russia, China, Brazil, and elsewhere.
When American policy studies show an interest in other countries, those other countries tend to be exclusively Western European. This six-volume set, however, will include all the regions of the world-Africa, Asia, Eastern and Western Europe, Latin America, and North America.

Guru Masa Depan
Perkembangan dunia pendidikan yang begitu cepat me-
nuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan
profesionalitas mereka. Dalam konteks ini, pengembangan
kompetensi guru masa depan menjadi sangat penting untuk
memastikan guru tetap fokus pada tugas utama mereka sebagai
pendidik dan tidak tergoda untuk beralih ke jabatan birokrasi.
Buku “Guru Masa Depan” ini hadir sebagai panduan untuk
mencapai tujuan tersebut melalui program pengembangan
profesi yang inovatif dan berkelanjutan.

Beasiswa Eskalator Kompetensi Dosen
Buku “Beasiswa Eskalator Kompetensi Dosen” ini hadir untuk mengupas peran strategis beasiswa dalam meng- investasi kualitas dosen sebagai sumber daya manusia yang potensial dalam pendidikan. Program beasiswa bergelar doktor khusus untuk dosen merupakan sebuah grand design peningkatan kompetensi dosen melalui kebijakan bantuan finansial, pengembangan kualifikasi akademik, serta peningkatan kompetensi riset, publikasi, dan jaringan internasional. Hingga sekarang, pemerintah terus menggalakkan program bantuan pendidikan doktoral secara masif untuk mengurangi kesenjangan distribusi jumlah dosen jenjang S3

Fixing the Foundation
Teachers and Basic Education in East Asia and Pacific
This work is a product of the staff of The World Bank with external contributions. The findings, interpre-tations, and conclusions expressed in this work do not necessarily reflect the views of The World Bank, its Board of Executive Directors, or the governments they represent.

Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
Proses perpindahan peran anak dari peserta didik PAUD
menjadi peserta didik SD dimana anak tidak perlu melakukan banyak penyesuaian akibat dari perpindahannya

Buku Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kemiskinan
Buku ini membahas tentang strategi cerdas sekaligus best practice dalam mendapatkan beasiswa impian dimulai dari tahapan persiapan administrasi hingga tahapan wawancara. Terdapat juga referensi jenis-jenis beasiswa yang dapat dicoba oleh para scholarship hunter.

MERDEKA BELAJAR BAGI PENDIDIKAN NONFORMAL
Sudah terlalu lama dunia pendidikan terjebak pada paradigma tentang pembelajaran satu arah (dari guru ke siswa). Merdeka Belajar hadir menempatkan pendidik dan peserta didik dalam hubungan yang lebih humanis dalam bingkai refleksi terhadap bahan pengajaran. Diharapkan, dari proses refleksi tersebut, guru akan mengerti esensi dari tiap sub kurikulum.
Pendidik dituntut untuk kreatif menemukan metode pembelajaran yang lebih adaptif sesuai kondisi peserta didik dan lingkungan. Seiring dengan itu, sumber informasi dan bahan pembelajaran dibuka seluas-luasnya, mulai dari media daring, internet, dan sumber-sumber informasi kredibel lainnya.

Menuju Indonesia Emas 2045:
Peran Strategis Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan
Satuan kerja yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengelola semua jenis pembiayaan pendidikan di semua jenjang, termasuk mahasiswa, hingga tunjangan para guru non-PNS. Program pembiayaan pendidikan yang ditangani meliputi Program Indonesia Pintar PIP Pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA dan Sederajat), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ADik, dan Aneka Tunjangan, yakni Tunjangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan non- PNS, Tunjangan Khusus Guru dan Tenaga Kependidikan non-PNS, dan Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan non-PNS.

BUKTI BAKTI
Program Indonesia Pintar
PIP merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam upaya pemerataan pendidikan, yakni memberi kesempatan pada semua lapisan masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Pemerataan pendidikan itu sejalan dengan impian yang didambakan oleh seluruh masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. Pada ulang tahun ke-100 itu, Indonesia mempunyai jumlah penduduk usia muda yang dianggap sebagai bonus demografi.

Pembelajaran Perguruan Tinggi dan
Implementasi Merdeka Belajar
di Masa Pandemi Covid-19
Buku ini kami ciptakan sebagai informasi kepada khalayak luas untuk menjadi salah satu referensi bagaimana pembelajaran dan kebijakan pada masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan oleh perguruan tinggi. Selain itu, buku ini juga menjadi kompilasi informasi mengenai peran perguruan tinggi secara bersama-sama dalam menghadapi Covid-19. Dari Covid-19 kita belajar. Dari wabah itu pula masih ada hikmah yang dapat dipetik bagi pendidikan tinggi di Indonesia.

Pengabdian Perguruan Tinggi
di Masa Pandemi Covid-19
Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memungkinkan pengabdian kepada masyarakat menjadi lebih luas lagi jangkauannya. Secara akademis pun konversi kegiatan yang dilakukan melalui hal tersebut, baik oleh mahasiswa maupun dosen makin diapresiasi lebih baik oleh perguruan tinggi. Hal ini menjadi kunci bagaimana mahasiswa dan dosen dapat berperan aktif untuk turun langsung ke masyarakat dan membantu masyarakat secara bersama-sama melawan COVID-19.

Kaleideskop 2020
Membaca kaleidoskop ini juga membuka mata kita bahwa wabah Coronavirus Disease (Covid-19) tidak menghalangi Dikti dan perguruan tinggi untuk melaksanakan rencana strategis Pendidikan tinggi. Darurat covid-19 justru mengakselerasi kreativitas perguruan tinggi dalam melahirkan berbagai inovasi pembelajaran secara daring dan berbagai teknologi yang dibutuhkan untuk menangani Covid-19..

Education Decentralisation in Indonesia
Community Participation, Market, Politics and Local Identity
Writer : H. R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D.
This book is the result of field study in the provinces of West Kalimantan and Banten, Indonesia with regards to the impacts and consequences of education decentralisation. The goal of this book is not to make generalisation of the impact of decentralisation, but rather to ignite further discussion and debate on this issue. I fully realize that this book is confined to limitation among others due to the fact that every area or every country has distinctive challenges when conceptualising and implementing any educational policies. This is despite the fact decentralisation of education has offered common promises such as the improvement in the area of efficiency in resource provision and the improvement of central government responsiveness to local needs with increased local participation.

Sketches of Asia’s Society
People, Culture, Education and Technology
Writer : H. R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D.
Cultural convergence is inevitable in the life of a changing society. The perceived tendency of conservative views and attitudes in local communities as well as religious groups and other social groups as a result of the counter to globalization and modernization has resulted in ‘conflicting values’ in the lives of people. Industrialization has given birth to a mass culture that leads to a collective spirit in the value system, technology has demanded the application of technical methods in all fields, and urbanization has led to the collapse of the communal values of a traditional society. This is where the importance of maintaining cultural integration in cultural life, which is not always easy to do in the midst of people’s lives that are changing with euphoria or feelings of excessive joy with all freedoms
